Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Asli dalam Palsu

ASLI DALAM PALSU      Lihatlah aku.      Aku begitu cantik, kau tak akan menemukan seorang pun wanita di dunia ini yang kecantikannya melebihiku.      Laki-laki tidak buta, kan? Yakin kalian tidak menyukai perpaduan sempurna manik mata biru laut dan bibir merona mungilku? Serius kalian tidak jatuh cinta tatkala menyaksikan angin keasyikan membelai rambut emasku yang begitu berkilau? Oh, lihatlah tubuhku. Gitar Spanyol saja kalah dengan lekukan pinggangku. Aku cantik, sangat cantik. Aku sempurna.       Aku menawan, pesonaku berhasil menyihirmu hingga sampai nafas ini kau masih memandangku dengan sorot mata penuh cinta. Aku memang cantik, aku gadis terberuntung sedunia. Kau mencintaiku, aku tau. Aku pun sama. Mencintaimu tanpa tapi. Namun, jika semua kecantikanku ternyata palsu, masihkah kau memandangku dengan sorot mata meneduhkan seperti itu?        Disaksikan jernihnya Sungai Seine, mentari pun ikut ...

Sebiru-birunya

Langit biru. Awan biru. Laut biru. Semuanya berwarna biru. Aku berkemeja biru. Kamu bergaun biru. Di tengah biru yang luas ini, perasaan kita pun sama-sama biru. Membiru dalam kelabu. Biru ini tak dapat kujelaskan lagi. Biru yang tak lagi indah, biru yang tak diharapkan, biru yang merupakan pertanda kesedihan. Kisah kita membiru seperti luka yang membiru. Pun lama kelamaan perasaan kita akan semakin biru, tak lagi ungu, merah muda, ataupun hitam sekalipun. Biru yang berkecamuk dalam hatiku dan hatimu tak seceria birunya langit siang yang berpadu dengan birunya air laut. Biru ini biru yang sedih, sendu, dan sedan. Kamu pun tak mau cerita cinta kita menjadi biru kelabu, pun juga aku. Namun saat ini biru itu tetap menggerogoti dan enggan memberi kesempatan pada warna lain untuk masuk mewarnai kisah kita. Biru yang tak diharapkan, biru kesedihan. *** "Malin," Aku mendengar suara. Suara yang merupakan suara paling lembut yang kucintai setelah suara ibuku. Suara it...

She Is Alix Rawr

     Biarkan aku menceritakan sebuah kisah padamu.       Dahulu, semasa aku masih seusia kalian—yah kau tau, saat mengalami masa paling indah yaitu SMA—aku memiliki seorang teman. Temanku itu berasal dari desa, ia tinggal bersama neneknya saat SMP dan pindah ke kota sewaktu SMA. Tidak ada yang luar biasa dari dirinya, ia hanyalah seorang mantan ketua OSIS yang tidak ingin dikenal di sekolahku, namun aku ingin kau mendengarkan cerita tentangnya.     Gadis keras kepala itu bernama Alix Rawr. Yah, bukan nama yang sebenarnya namun ia sangat menyukai nama itu entah mengapa. Alix seorang pecandu game online, sejak ia ditolak oleh orang yang menyukainya dengan alasan karena terlalu feminim, gadis itu menjadi ‘gila’ dan mulai berubah. Alix berasal dari keluarga yang tidak kaya, sehingga untuk membeli sebuah laptop gaming yang berspekulasi tinggi ia rela tidak jajan selama setahun demi memainkan Dota 2.      Sangat kusayangkan, karena da...

Lembaran Palsu

         Lembaran perjanjian itu masih utuh di genggamanku hingga detik ini.      Ah, betapa inginnya aku tertawa tergelak-gelak mengingat betapa bodohnya diriku ketika menandatanginya. Deklarasi milik dua perempuan minoritas dari kelas sebelas IPA saat akan ada satu orang lagi yang melengkapi kami. Perjanjian hoax, tak berbukti, hanya sekedar kata-kata manis belaka.      Saat itu, kami masih bersatu.      “Jannie, yang jelas, apa pun yang akan menimpa kita, kita harus tetap satu.”      Jannie—yang merupakan sahabatku dari kelas sepuluh itu—menanggapi ucapanku. “Harus, titik. Jangan pernah berubah, ya. Aku tidak akan kuat. Biarpun seluruh insan di dunia ini berubah terhadapku, aku tak masalah. Yang penting, selamanya kamu harus tetap kamu.”      Bibirku terangkat membentuk seuntai senyum. Hingga berita akan adanya murid pindahan baru dari sekolah negeri menggegerkan kami beberapa...