Cermin itu masih menggantung di sana, tak berubah. Begitu pula bayangan seorang perempuan mungil yang berdiri menatap wanita di depannya, yang tak lain dan tak bukan adalah dirinya sendiri. Perempuan itu memiliki perpaduan wajah yang unik—oriental sekaligus kebarat-baratan. Mata yang kecil, yang akan tampak seperti garis saja jika ia tertawa yang berpadu dengan iris berwarna biru laut nan menawan, menatap lurus-lurus bayangan yang terpantul di cermin. Tulang pipinya tegas, menandakan ia wanita yang berpengaruh dan kuat. Bibirnya mungil dan tipis, berwarna merah muda meskipun tanpa pewarna bibir. Manis sekaligus merekah, kontras sekali dengan warna kulitnya yang putih pucat. Bayangan dirinya di cermin sama persis menampilkan wajah wanita yang tidak tersenyum itu. Gadis itu masih terpaku, ekspresi wajahnya tidak berubah. Ia memang gemar melakukan kegiatan yang menurut orang tidak berguna ini, hampir setiap hari. Dan ia melaku...