Langsung ke konten utama

RawR is Back!!



Hello,

Kembali lagi sama Rawr. Akhirnya aku memutuskan untuk mengabadikan cerita dalam blog semata-mata hanya untuk ajang pelampiasan. Sebelumnya, aku memang sudah pernah membuat blog seperti ini, namun alamat surelku waktu itu mengandung banyak sekali kontroversi.

Dulu, eh sekarang juga masih, sih, aku mengagumi seseorang selama tiga tahun. Aku benar-benar mengaguminya dan menyukai namanya. Alhasil, karena kecintaanku padanya, aku mencomot namanya dan memakainya untuk alamat surelku. https://rawrravs.blogspot.co.id. Bodoh sekali, ya? Aku ketahuan karena kecerobohanku sendiri, yakni memasang link blog itu ke status Whatsappku tanpa men-hidden teman-teman Ravs yang bisa melihatnya. Kau bisa tau sendiri bagaimana akibatnya. Aku di-bully lagi di kelas dan Ravs akhirnya tahu perasaanku. Ia pun mempermainkannya.

Ia memintaku untuk mengganti atau menghapus blog tersebut. Aku menurutinya. Kini, blog itu tak akan bisa kautemui karena sudah kuhapus.

Sejak itu, aku tak lagi menulis di blog, melainkan aktif menulis di koran nasional bernas.id. Kau bisa membaca tulisan-tulisanku di http://rawrr.bernas.id. Di sana aku lebih leluasa untuk menulis konten kreatif, dan sering mendapatkan pulsa senilai 50k jika artikelku masuk kategori artikel terbaik. Menarik, bukan?

Untuk blogku kali ini, aku akan bersenang-senang. Ini adalah diary pribadiku sehingga apa pun yang kutulis di sini semuanya murni keseharianku. Aku tak akan lagi merisaukan jumlah pembaca seperti yang kulakukan di blog yang dulu. Aku tak akan membaca ulang tulisanku dan tidak peduli dengan kaidah bahasa yang kugunakan. Aku menulis diary, bukan konten kreatif ataupun berita seperti yang kulakukan saat menulis di bernas. Ini adalah rekaman hidupku, ceritaku, kisah perjalananku. Dimulai dari hari ini, aku akan terus menulis. Tak peduli jika kuota menghambat, aku tetap menulis.

Di sini aku akan melakukan semua hal sesukaku. Aku akan menulis apa pun yang ada di pikiranku, aku akan menulis semua yang ingin kutulis, aku akan melampiaskan kesalku, atau mengabadikan senangku. Aku tak peduli dengan waktu posting yang mungkin akan acak-acakan, bisa saja dalam sehari aku mem-posting lima postingan sekaligus namun setelahnya aku tidak mengisi blogku selama berminggu-minggu. Aku tidak akan memaksa diriku. Semua tergantung pada mood yang menghinggapiku. Jika aku terlalu lelah untuk menulis, aku akan tidur.

Aku mengabadikan momen-momen dalam hidupku agar aku terus hidup. Selain diary, aku akan mengisi lapak ini dengan cerpen-cerpen karyaku. Sesekali aku ingin mengabadikan hariku dalam untaian kata yang indah. Aku tak pernah membuat puisi, namun cerpen adalah minatku.

Yah, jika ada yang berkenan membaca celotehan tidak pentingku ini, tentunya aku akan berterimakasih. Kau bisa memberikan kritik saran yang membangun untukku. Aku akan sangat menghargainya.

Satu kalimat bijak yang pernah kubaca di grup menulis,
“Menulislah, maka kau akan hidup selamanya.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Final Exam: Day 1

Day 1 Mapel   : Bahasa Indonesia Difficulty: Easy Hari pertama, setelah semalam aku begadang buat nyiapin seragam de-el-el aku pun bangun dari tidur jam setengah tujuh. Ahaha, aku lupa kalau hari ini wajib datang di sekolah jam 6.45. Aku sih nyantai aja, trus berangkat sampai sekolah jam tujuh lebih lima. Mengundang keroyokan ternyata, haha. Aku menciut diceramahin temen-temenku. Padahal, UN masih setengah jam lagi. Aku nunggu sambil instagraman. Habis itu, masuk ke ruangan, dan mengerjakan soal. Aih, easy . Haha, sok ngeremehin gak apa lah, ya, toh udah berlalu. Alhamdulillah, aku bisa ngerjain soal dengan yakin. Hasilnya mau gimana, biar Allah yang mengatur. Waktu masih ada satu jam lagi dan aku sudah hampir selesai. Boring menghinggapi. Enaknya ngapain, ya? Aku pun mikir, ah, iya, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat bosan menunggu waktu ujian berakhir. 1.        Cek lagi Pasti udah khatam kan ya denger nasihat ini. C...

Sebiru-birunya

Langit biru. Awan biru. Laut biru. Semuanya berwarna biru. Aku berkemeja biru. Kamu bergaun biru. Di tengah biru yang luas ini, perasaan kita pun sama-sama biru. Membiru dalam kelabu. Biru ini tak dapat kujelaskan lagi. Biru yang tak lagi indah, biru yang tak diharapkan, biru yang merupakan pertanda kesedihan. Kisah kita membiru seperti luka yang membiru. Pun lama kelamaan perasaan kita akan semakin biru, tak lagi ungu, merah muda, ataupun hitam sekalipun. Biru yang berkecamuk dalam hatiku dan hatimu tak seceria birunya langit siang yang berpadu dengan birunya air laut. Biru ini biru yang sedih, sendu, dan sedan. Kamu pun tak mau cerita cinta kita menjadi biru kelabu, pun juga aku. Namun saat ini biru itu tetap menggerogoti dan enggan memberi kesempatan pada warna lain untuk masuk mewarnai kisah kita. Biru yang tak diharapkan, biru kesedihan. *** "Malin," Aku mendengar suara. Suara yang merupakan suara paling lembut yang kucintai setelah suara ibuku. Suara it...

Book Review: The Secret Diaries of Miss Miranda Cheever

2 Maret 1810 Hari ini, aku jatuh cinta. Pada usia sepuluh tahun, Miranda Cheever tidak menunjukkan tanda-tanda Kecantikan Memukau. Dan ia bahkan sudah bisa menerima hal itu, sampai Nigel Bevelstoke—Viscount Turner yang menawan—berkata suatu hari nanti Miranda akan tumbuh dewasa menjadi dirinya yang sejati, dan kecantikannya akan sebanding dengan otaknya yang pintar. Dan saat itu, Miranda yakin ia akan mencintai Turner selamanya.             Namun, tahun-tahun berikutnya membawa berbagai hal tak terduga dalam hidup mereka. Turner berubah menjadi pria yang pahit dan kesepian, kebaikan hati sang viscount seakan habis tak bersisa. Tapi Miranda tak pernah melupakan kebenaran yang ia tulis di buku hariannya bertahun-tahun lalu, dan ia jelas takkan memberikan cinta sejatinya terlepas begitu saja. Yash, akhir-akhir ini aku emang lagi suka banget baca novel bergenre Historical Romance. Novel ini merupakan novel historica...