Day
1
Mapel : Bahasa Indonesia
Difficulty:
Easy
Hari pertama, setelah semalam
aku begadang buat nyiapin seragam de-el-el aku pun bangun dari tidur jam
setengah tujuh. Ahaha, aku lupa kalau hari ini wajib datang di sekolah jam
6.45. Aku sih nyantai aja, trus berangkat sampai sekolah jam tujuh lebih lima. Mengundang
keroyokan ternyata, haha. Aku menciut diceramahin temen-temenku.
Padahal, UN masih setengah
jam lagi. Aku nunggu sambil instagraman. Habis itu, masuk ke ruangan, dan
mengerjakan soal. Aih, easy. Haha,
sok ngeremehin gak apa lah, ya, toh udah berlalu. Alhamdulillah, aku bisa
ngerjain soal dengan yakin. Hasilnya mau gimana, biar Allah yang mengatur.
Waktu masih ada satu jam lagi
dan aku sudah hampir selesai. Boring menghinggapi.
Enaknya ngapain, ya? Aku pun mikir, ah, iya, ada beberapa hal yang bisa kamu
lakukan saat bosan menunggu waktu ujian berakhir.
1. Cek lagi
Pasti udah khatam
kan ya denger nasihat ini. Cek lagi jawabanmu, cek lagi, cek lagi. Ya emang
penting sih, mengecek jawaban sebelum log
out. Kali aja ada yang salah. Lumayan bisa nambah nilai biarpun satu nomor.
2. Usilin temen
Udah selesai cek
berkali-kali sampai hapal isi soalnya, waktunya kamu memainkan peranmu. Mengganggu
sih, emang, tapi gak apa kok kalau dilakukan sekali. Usilin temenmu, gangguin
aja asal tau batasan, ya. Misal: kalau dia tidur, coret-coret wajahnya. Seru,
lho.
3. Ber-simbiosis mutualisme
Percayalah, anak
paling penurut pun pasti pernah mencontek. Kita pelajar, kita remaja, kita
solid. Anak paling pintar di dunia pun pasti pernah mencontek, meskipun hanya
satu kali. Bersimbiosis mutualisme di sini bisa diartikan barter, pertukaran
jawaban. Kalau kamu masih punya keraguan di salah satu nomor, ya udah barter
aja jawaban sama temen sebelah. Sekalian nguji skill seberapa hebatnya kamu berkelit biar gak ketauan sama
pengawas.
4. Ngupil
Ini sih yang tadi
kulakuin, jujur aja ahahaha. Ngupil itu manusiawi, kok. Seru banget sumpah. Dan
ngupil di sini butuh skill juga, lho.
Jangan sampai ketauan. Seberapa lihai kamu? Setelah dapet ‘harta karun’,
seberapa canggih kamu meletakannya di tempat tak terduga? Contohnya, nempelin
upil ke belakang CPU. Gak bohong, seru banget. Kamu wajib coba.
5. Corat-coret
Kalau ada buram
yang masih kosong, manfaatkan buat mengisi ke-sowong-anmu. Coret-coret apa yang ada di pikiranmu saat ini. Gambar
objek yang terlihat oleh matamu. Tulis doa untuk doi. Atau kirim santetan buat
mantan. Biarkan imajinasimu menguasaimu!
6. Ngobrol
Ajak temen
sebelahmu yang sudah selesai buat ngobrol. Gunakan frekuensi kurang dari 1000
Hz supaya nggak kedengeran sama pengawas. Biasanya, topik ngobrol pas ujian itu
pasti ada aja hal yang menarik.
7. Tidur
Ini opsi terakhir
kalau kamu beneran gabut pake bgt dan gak bisa ngapa-ngapain. Walau di
peraturan gak boleh tidur, ya tidur aja. Apa salahnya? Toh, peraturan dibuat
untuk dilanggar. Haha, peace. Jangan ditiru,
hanya bisa dilakukan oleh profesional.
Akhirnya, waktu ujian yang
terasa sangat lamaa ini berakhir juga. Ujian selesai jam 9, enaknya ngapain? Aku
rencana hari ini mau ke Politeknik Negeri Malang buat nyerahin bukti
pendaftaran. Semalem, aku emang udah berkutat seharian buat nyiapin itu. Tadi
pagi pun nyari Pak Ipung selaku kepsek buat minta tanda tangan. Alhasil, aku
sama Katalina akhirnya berangkat juga ke poltek.
Sayangnya, kami mendapat zonk. Pelayanan di sana tidak memuaskan.
Penonton kecewa.
Sekedar informasi, gedung
politeknik itu warnanya biru. Pas datang di sana, aku langsung ke pos satpam
buat tanya di mana tempat pendaftaran.
“Permisi, Pak, mau tanya,
tempat buat pendaftaran PMDK di mana, ya?”
“Itu, Mbak, di sana. Gedung biru.”
“Di mana, ya, Pak?”
“Di sana, lho, Mbak, yang
biru-biru itu. Nggak bisa liat Mbaknya?”
“Pak, semua di sini warnanya
biru ya, Pak. Saya gak buta warna.”
“Jalan aja ke sana. Nanti ada
gedung warna biru, masuk aja.”
Sekali lagi, sekedar
informasi, semua gedung di sini warnanya biru. Aku pun akhirnya berjalan menuju gedung
biru tersebut.
Sesampainya
di gedung biru, ada satpam lagi. Aku bertanya pada sang Satpam,
“Pak, permisi mau tanya, tempat
buat pendaf ....”
“PMDK, kan?” tanya Pak Satpam
memotong pertanyaanku. “Ada tangga, di ujung tangga ada ruangan. Masuk aja. Di sana.”
Dan
aku pun mengikuti petunjuk dari Pak Satpam kedua.
Masuk di ruangan, gak terlalu
banyak yang daftar. Aku langsung ke pusat informasi dan menyerahkan berkasku
yang berupa dua lembar kertas bukti pendaftaran. Mas resepsionisnya bertanya
dengan sinis, “Ini aja?”
“Emang ada apa lagi?” balasku
sengit.
“Fotokopi rapor 1- 5, dan
berkas lainnya.”
“Di website nggak ada, tuh, ketentuannya kayak gitu?” Aku gak bohong
atau mencari ribut. Emang di web-nya
nggak ada. Dinda aja sampai gagal gara-gara gak ngumpulin berkas itu. Padahal,
sekali lagi, di website pendaftaran
nggak ada informasi itu.
“Mbak sekarang, ya, kalau di web nggak ada, gak mungkin kan segini
banyaknya orang nyerahin berkas lengkap?” Sumpah, wajahnya tuh orang
bener-bener nyolot.
“Batas akhir kapan?” tanyaku
langsung to the point.
“14 April.”
“Yang dibawa apa aja?”
Tuh orang langsung
menyodorkan pendaftaran yang sudah lengkap. “Liat sendiri.”
Aku masih berdiri di situ,
sambil liat berkas yang katanya lengkap
itu apa aja.
“Jangan di sini liatnya. Buat
pendaftaran ini. Di sana aja.”
Aku pun langsung duduk ke
sofa.
Di situ, dicantumkan fotokopi
rapor semester 1 – 5, fotokopi akta kelahiran, fotokopi sertifikat, dan foto
ukuran 4 x 6. Aku menyesal banget, padahal sertifikatku di rumah berlembar-lembar.
Sayangnya nggak disertakan.
Selesai liat, aku langsung
berdiri lagi sambil bilang terima kasih setelah itu keluar dari ruangan.
![]() |
| Dengan segala kekecewaan yang terpendam, tapi ya sayang sih kalau gak foto di depannya tuh gedung wkwkw. |
Dan, aku sama Katal akhirnya
memutuskan untuk angkat kaki dari poltek lalu pindah haluan ke Ayam Nelongso.
Di Ayam Nelongso, aku pesen satu
porsi ayam. Murah beut gengs gak bohong*alay mode on. Satu porsi makanan dengan
ayam (sayap + ceker) dan nasi tentunya, cuma 5000 saja. Cocok banget lah sama
kantong pelajar. Oiya, Ayam Nelongso ini terkenal banget sama sambelnya yang
beragam dan super pedes. Kamu bisa pilih sendiri sambel kesukaanmu, gratis. Selain
itu, restoran ini juga terkenal sama garansinya yang unik. Salah satunya,
garansi makanan hangat. Kalau makananmu tidak hangat saat diantarkan, kamu bisa
menukarkannya di kasir. Waktu tunggu di sini pun cepet. Jika dalam 30 menit pesananmu
belum diantar, uangmu akan kembali. Dabest
banget dah emang warung satu ini.
Habis makan enak, murah, dan
kenyang, aku pesan Grab Car. Ada festival
makanan di balaikota. Rame banget. Dan sekarang hari terakhir. Katalina yang
udah biasa jualan di Car Free Day
punya banyak kenalan yang juga buka stan di situ. Akhirnya aku pun kenal juga,
deh.
Kita berdua akhirnya beli minuman
hitz masa kini yang wajib banget dicoba.
Cuma
10.000 udah dapet minuman unik ini, lho. Aku beli yang rasa green tea latte. Gak mengecewakan sama
sekali. Enak banget!
![]() |
| Gak mengecewakan seperti sebelumnya. Green tea-nya kerasa banget, sumpah enak! |
Habis
mampir-mampir ke festival makanan, akhirnya aku pun pulang.
Yah,
aku habis hibernasi sih, hari ini. Besok ternyata UN Matematika. Seharusnya Bahasa
Inggris. Aku merelakan nggak liat anime kesukaanku hari ini, Black Butler. Hiks,
Sebastian, Ciel, aku bener-bener tersiksa menahan diri untuk tidak menonton kalian!
---------------------------------
April, 9th, 2018 |11.27 p.m




Komentar
Posting Komentar